A. Prinsip Kerja Routing
Pada
materi sebelumnya(lihat materi komputer dan jaringan dasar),telah anda pelajari
tentang Proses terjadinya komunikasi dalam sebuah jaringan. Materi yang diulas
tentang cara sebuah jaringan.materi yang di ulas tentang cara sebuah perangkat
mengirim paket data ke perangakat lainnya,melalui jaringan dengan standar
protokol tertentu,misalnya OSI.bagaimana jika data yang dikirimkan ternyata
memiliki tujuan di luar jaringan lokal? Tentu saja diperlukan sebuah aturan
agar data tersebut dapat sampaikan ke tujuan dengan baik.teknik yang di gunakan
adalah routing,sedangkan perangkat yang melakukan routing disebut dengan router.
Apa itu roting? Mekanisme secara
sederhananya adalah tindakan meneruskan paket jaringan dari sumber jaringan berbeda
menuju ke jaringan lainnya.peran penting yang harus dikerjakan dalam proses
routing untuk berhasil sampai pada tujuan antara lain sebagai berikut
· Kapan
paket yang masuk dalam perangkat akan di- routing-kan?
· Bagaimana
menentukan bahwa paket tersebut termasuk
paket yang harus dilewatkan kejaringan lain atau hanya pada jaringan lokal?
· Bagaimana
cara menentukan rute terbaik dan tercepat?
· Bagaimana
jika topologi jaringan mengalami perubahan ?
·
Bagaimana jika da kesalahan
jaringan,misalnya perangkat tujuan sedang down atau router lain rusak ?
Bagaiman
sebenarnya proses routing itu terjadi? Semua berawal dari perangkat pengirim.
Dalam hal ini, kita akan analogikan dari sebuah komputer ketika melakukan
proses komunikasi.sebagai contoh, komputer budi melakukan pross pengiriman
surel ke Ani.setiap komputer yang terhubung dengan jaringan pasti juga memiliki
tabel routing sendiri.fungsinya,menentukan bahawa paket data yang dikirim atayu
diterima termasuk data dari jaringan lainnya.oleh karena itu,anda pasti sering
di minta melakukan konfigurasi pengalamatan ip address untuk gateway. Tujuan ip
gateaway defaultnya untuk melakukan pengecehkan daftar routing yang tersimpan
dalam komputer ( contoh kom[puter berbaris windows) anada dapat mengetikan
perintah c: > route print pada command prompt.
Gambar
2.1 route print
Jika adanya penyataan bahwa tabel routing itu hanya
di miliki oleh perangakat router , berarti peryataan tersebut tidak benar . hal
tersebut di karenakan semua proses routing berawal dari host terlebih dahulu.fungsi
dari tabel routing dari tabel routing
pada host adalah menyediahkan informasi tentang cara menangi dan dilewatkan
paket yang dikirimkan dari wosktataion.
Daftar routing
|
Active
Routes :
Netqwork
destination
netmask gateway
interface matric
0.0.0.0 192.168.1.1.2 25
|
Berikut penjelesan dari setiap kolom pada tabel 2.1
1.
Ipv4 route table,mmerupakan subjudul
informasi tabel rounting untuk pengalamatan ip address versi 4.
2.
Active routes memberikan informasi
tentang daftar ronting yang di aktif dalam host.
3.
Judul kolom network destination ( alamat
jaringan tujuan )netmask ( sub network ) gateway (alamat router ),interface (
alamat interface yang akan dilewati paket data ).
4.
Kolom network ( subnertwork destination
( alamat jarinagn tujuan) memeiliki nilai 0.0.0.0 adalah wildcard yang
merepsikan
5.
Kolom netmask ( subnetwork ) bernilai
0.0.0.0 artinya semua paket data yang dikirimkan tidak terbatas pada subnet
6.
Kolom gateaway ( alamat router ) dengan
ip address 192.168.1.1 berarti setiap kemungkinan paket data dengan tujuan yang
tidak terdaftar dan tidak brada dalam jangkuan
7.
Kolom interface ( alamat interface yang
akan dilewatkan paket data)
8.
Kolom metric, suatu nilai yang digunakan
sebagai acuan bagi tabel routing untuk menentukan arah paket data yang akan di
rounting.
Tabel 2.2 daftar
routing dengan jaringan dalam computer
Penjelasan:
1.
Baris kesatu(1)sudah dijelaskan
sebelumnya
2.
Baris kedua(2) dan ketiga(3)memberikan
informasi tentang alamat loopback sebagai tujuan pengujian.RFC atau reguest
forcoment dengan network yang berasal dari 127.0.0.0 akan for comment dengan
network adalah reply
3.
Baris keempat (4)menunjukan alamat
broadcast RFC yang akan di tangani oleh interface pada ip address pada ip
127.0.0.1
4.
Baris kelima(5)merupakan tujuan
pengiriman paket data yang memiliki
network ID192.168.1.2
5.
Baris keenam (6)menyatakan bahwa
pengiriman paket data dengan tujuan 192.168.1,2
memerlukan gateway karena dilewatkan melalui interface 192.168.1.2
6.
Baris ketujuh(7) memberikaan
informasi alokasi alamat broadcat jaringan local yang tidak memerlukan
gatewaty dan dilewatkan melalaui interface 192.168.1.2 dengan informasi tabel
routing
7.
Baris
kedelapan (8) dan Sembilan(9) menyatakan informasi tentang
multicast.jarinagan ini ciri khusus
8.
Baris berkumpulan(10) dan
sebelas(11)merupakan penentuan alamat host yang terdaftar .jika subnet mask
0.0.0.0 sistem akan broadcast
B.Analogi Routing
Berikut
akan dijelaskan step by step proses terjadinya routing dalam sebuah
jaringan.contoh kasus yang di ulas terkait pengiriman data dari komputer satu
ke komputer lain dalam jaringan lokal.dalam contoh dengan IP Address
10.10.10.1/24 akan mengirim file melalui share direktor ke komputer B dengan IP
Address.
1. User
komputer A ( 10.10.10.1) akan meletakan file pada share directory komputer B
(10.101.10.2)
2. Pada
komputer A aplikasi windows Explorer yang di gunakan oleh user akan memanggil
function sistem operasi untuk memmulai sesi komunikasi (layer 5 OSI)
3. Protokol
tcp betugas memastikan bahwa data yanh dihasilkan oleh SMB akan di kirim ke
alamat tujuan secara utuh. TCP akan menghasilkan protocol number , sign off on
packet oleh karena itu , di butuhkan Proses mekanisme Protokol IP yang berada
pada layer 3 OSI.
4. Paket
data tersebut akan ditambahkan informasi pengalamatan host pengiriman dan
alamat tujuan oleh protocol IP.informasi alamat pengriman ditambahkan pada
header paket. Adapun cara mencari alamat tujuan adalah berdasarkan NetBIOS name
.paket broadcast dikirim untuk meminta komputer dengan nama COMPUTER_B agar
segera merespons.paket data yang di – broadcast
5. Setelah
IP adrdress sender dan desttination di tambahkan dalam header paket data,Proses
selanjutnya adalah memeriksa bahwa alamat tersebut masih dalam network ID dan
broadcast ID yang sama atau tidak
6. Oleh
karena itu Proses komunikasi tidak di lanjutkan sampai pendekatan MAC address
adalah protokol untuk data link
7. Pada
contoh kasus komunikasi berdasarkan MAC address,Proses transmisi data
menggunakan Ptokol data link melalui interface jaringan seperti Ethener
8.
Setelah
keenam tahapan yang di jelaskan sebelumnya terpenuhi proses transmisi data
dengan share direktor berhasil di jalankan
Proses pelacakan aliaran data dari pengirim
dapat anda pantau dengan menggunakan perintah tracet pada dengan menggunakan
perintah trcet pada command prompt atau
traceraute pada shell linux.
Gambar
2.2 perintah tracet google,com
Hop yang akan datang kali dilewati dalam
proses transmisi data adalah perangkat router dengan ip address 192.168.1.1
kemudian sampai hob 11 pada ip address 74.125.251.205 kemudian samapai pada
host atau 216.239.38.20
Gambar 2.3 skema satu router untuk dua
jaringan berbeda
Dalam
contoh ini,seorang user di pco akan mengambil fle di PC2.PCO memiliki IP
address 172.16.0.1/25 sedangkan PC2 memiliki IP address 192.168.11.1/26. Proses
pengiriman data melalui router.:
1.
Penggunaan PCO ( 172.1601) telah
mempunyai fungsi drive mapped ke PC2 (192.168.111.1) oleh karena penerimaan
dalam contoh kasus ini user PC 0 akan
datang mengunakan
2.
Dari proses pembandingan antara kedua IP
Address baik dalam pengiriman dan alamat pnerimaan memiliki network ID dan
brocasdt ID yang berada pada dua jaringan
3.
Berbekal informasi dalam tabel routing
pada PCO tujan berikutnya yang harus dilewati oleh paket tersebutadalah
perangkat router dengan tujuan akan dicariakan rute terbaik router dengan
catatan bahwa router tersebut berada dalam jaringan yang sama dengan ip address
172.16.0.1 126/25).ip addres router ini menjadi jalan pertama atau hop
4.
Jika ternyata tidak ada jalur ke
jaringan tujuan dalam tabel route dari PCO ),secara otomatis data akan
diteruskan
5.
Protokol ARP dalam layer 3 akan
digunakan memperoleh informasi MAC addres PC2 (192.168.11.1)
6.
Disnilah peran router setelah menrima
paket data dari PCO router harus
memutuskan kemanakah paket tersebut akan dilewatkan . tahap pertama router akan
melakukan verfikasi aturan firewall
7.
Jika paket diterima ,router akan
mememriksa informasi tabel routernya
tentang jalur ke jaringan tujuan yang terhubung langsung ke
interface lain dalam router yang sama
C. Route Table
Route Table atau tabel routing adalah tabel dalam
perangkat yang menyimpan informasi mengenai jalur routing dalam jaringan .
informasi ini sangat penting ketika anda akan mengirimkan data dari satu
jaringan yang lainnya. Dalam informasi di atas,terdapat dua kelompok baris
berbeda,yang pertama tentang informasi kode,seperti kode C menunjukan bahwa
jaringan sedang terkoneksi berikut:
Dalam informasi di atas terdapat dua kelompok baris
berbeda,yang pertama tentang informasi kode yang pertama tentang informasi kode
,seperti kode c menunjukan bahwa jaringan
sedang terkoneksi 5 adalah rounting
statis,1 adalah routing
Tabel tampilan elemen routing table
Code
|
Network
|
Ad/metric
|
Nexthop
|
Interface
|
R
|
172.16.0.0
|
(120/1)
|
192.168.2.1
|
Serial0/0/1
|
R
|
172.16.1.0
|
(120/1)
|
192.168.1.2
|
serial
l0/0/1
|
C
|
172.16.2.0
|
|
Directy
connected
|
Fastethener0/0
|
C
|
192.168.1.0/24
|
|
Directy
connected
|
Serial
10/0/1
|
C
|
192.168.2.0/24
|
|
Directy
connected
|
Serial
10/0/1
|
Penjelasan
:
1. Code,memberikan
tentang proses yang terjadi dalam routingtersebut
2. Network
, menunjukan alamat jaringan tujuan beserta subnet masknya
3. AD/metric
merupakan nilain priotitas yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan terbaik
4. NEXT
hop,merupakan alamat IP address router berikut yang tersambung dengan interface
5. Interface
adalah anatarmuka yang akan dilewati tiga informasi
1.
Directy conneted networks
Directy
connecty networks artinya bahwa setiap jaringan yang terhubung langsung ke
antarmuka router lainnya secara otomatis akan dicatat dan ditambhkan
2.
network poth statically (manualy) entered into the route table
Pada
teknik ,semua kemungkinan jalur routing yang harus dilewati oleh paket data
dari satu router lainnya didaftarkan
terlebih dahulu dalam routing statis. Metode ini adalah tabel harus
dikonfigurasi
3.
through one or more dynamic routing protocols
Selain
routing statis terdapat metode dynamic routing yang memeliki keunggulan dalam
feleksiblitas
A. Routing
metriks
Istilah ini sebenarnya telah dijelaskan pada bagian
sebelumnya ketika rounting itu sebenrnya bermula dari pencarian di computer
klien atau host
B. administrarive distance
Metode administrative distance sebenrnya memiliki
kemiripan dengan konsep metric tetapi scope function nya lebih luas pada
jaringan besar menjadi berperan penting untuk menyediahkan jalur routing semakinbaik pula jalur route
tersebut berikut adaalah nilaai default dijadikan pedoman
D.Jenis Routing
Sebelum
anda membahas masalah jenis routing, ada beberapa item penting yang harus
diketahui:
1. Default
routes
Default routes merupakan jalur default yang secara
khusus di sediahkan perangakat dalam perangakt komputer, khususnya router
sebagai jalur sambungan setiap paket anda dapat mengatur nilai default routers
dengan IP tertentu.
Gambar 2.4 contoh penggunaan
default routers dengan cisco
2.
Multiple gateway
Multiple gateway dapat dianalogikan sebagai sebuah
interface kartu jaringan dalam sebuah interface kartu jaringan dalam sebuah
perangkat routers yang dimilki dua buah alamat gateway
Gambar 2.5 penerapan multiple
gateway
3. Load
balancer
Cisco balacasing merupakan fungsi standar perangkat
router cisco dan sebenarnya juga dimiliki oleh perangkatnya juga dimiliki oleh
perangkat router lainnya sepwerti mikrotik dan lainnya.
a. Pembagian
beban jaringan lebih merata
b. Pengaturan
akses jalur jaringan dapat di tentukan
c. Menimalakan
serangan Dos
4. Bridge
Adalah fitur interface yang
secara virtual mewakili atau mempresentasi satu atau lebih perangkat yang
terhubung dengannya agar dapat terkoneksi dengan jaringan lainya.
Gambar
2.6 konsep bridge dalam jaringan
1. Prot
forwarding
istilah port forwading sebenarnya secara etimologi bahasa mudah di pahami,
yaitu penggabungan antara dua kata port
dan forwarding.adapun forwarding adalah
meneruskan atau mengalihkan. Jadi port forwarding adalah fitur yang memungkinkan router
melakukan pengalihan layanan pada nomor service port tertentu.
a. Distance
vector
Jenis ini menganut model routing yang berdasarkan
arah serta jarak yang akan di tempuh paket data .
b. Link
state
Tipe ini lebih cenderung mandiri karena proses
routing yang terjadi di dalam nya berdasarkan topologi database khusus.Link
state akan menganalisis terkait ponsel kondisi jaringan yang akan dilalui baik
hop cout bandwith maupun parameter
E.Penerapan Teknologi Routing pada Cisco
Mungkin saat ini cisco adalah
rajanya peangakat jaringan yang sudah terjamin kualitas dan keadaan teknologinya serta kekuatan hadwernya terbukti
beberapa pengalaman menunjukan perangkat cisco tidak memerlukan restart atau
shutdhown.dalam jangka waktu lama,bisa bertahun-tahun tanpa mengalami kendala.
Teknologi routing
kala itu cukup baru dan sangat populer sehingga perangkat komputer yang diberi
label logo cisco tersebut cukup terkenal
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa perangkat
keluaran cico
1.
Routing
2.
Switching
3.
Portforwarding
4.
Security
5.
Dan pengaturan lainnya
A. Direct port
Sesuai dengan namanya,port jenis in
I digunakan untuk mengakses secara langsung perangakat router dengan
menggunakan coonsele.biasanya console.biasnya digunakan untuk mengakses dan
mengofirasikan
B. undirect port
Port ini digunakan untuk remote
router cisco dari jarak jauh menggunakan akses modem,berikut adalah beberapa
perintah dasar dalam router cisco sebenarnya memeliki kesamaan dan kemiripan
dengan perintah dalam switc
Latihan praktik
Iku
petunjuk berikut untuk merancang jaringan dengan dua buah router menggunakan
default routers
Langkah-langkah adalah
sebagai berikut :
1.
Pastikan komputer anda telah ter-install
aplikasi packet tracer minimal versi 7-1 atau versi di atasnya (saat ini sudah
ada versi 7.2)
2.
sJalankan aplikasi packet tracer
tersebut kemudian desain jaringan seperti gambar berikut
3.
Setelah semua komponen jaringan
terhubung secara fisik seperti gambar tersebut selanjutnya adalah mengofigurasi
ip address adalah setiap pc
4.
Berikutnya adalah mengonfigurasi R-1
Langkak ke
|
command
|
keterangan
|
1
|
Router>enable
Router#configure terminal
Enter configuration commands, one
Per line.end witch CNTL/ Z.
Router ( config)#
|
Login ke router setelah itu masuk ke user Privileged
mode.lalu,masuk ke global configuration mode untuk melakukan konfigurasi
router
|
2
|
Router (config )# hostname R-1
R-1 (config)#
|
Mengubah hostname router menjadi R-1
|
3
|
R-1 (config)# interface gig0/0
R-1(config-if)#ip address
10.101.10254 255.255.255.0
R-1(config-if)no shutdown
R-1(config-if)#exit
R-1(config)#
|
Melakukan konfigurasi Ip addres dan status interface
gigabitetherner0/0
|
4
|
R-1 (config)# interface serial 0/0/0
R-1 (config-if)#clock rate 64000
R-1 config-if)#ip addres
202.162.97.1255.255.255.252
R-1(config-if)#no shutdown
|
Melakuakan konfigurasi ip address,status dan clock rate
interface serial 0/0/0
|
5
|
R-1(c0nfig)#Ip route 0.0.0.o
0.0.0.0.0 202.162.97.2
|
Menambahkan default route ke R-2 yaitu
202.162.97.2
|
6
|
R-1(config)# do show ip route
Codes:l – local, c –connected,s-
Static,R-RIP,M-mobile,B-BGp OSPF,IA –OSPF inter area
N1 – OSPF NSSA external type 2
E1-OSPF external type 2,E-EGP
I –is-is,li-IS-IS level – 1-1 l2-
IS-IS level -2,ia –IS-IS inter area
*- candidate default,U – per-user
Static route,o –ODR
P – periodic dowlanded static route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variabely subnetted,2
Subnets,2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly
Connected,gigabiethernet o/o
L 10.10.10 254 / 32 is directly
Connect ,2 subnets,2 mask
R-1 ( config)#
|
Melihat tabel routing
|
|
R-1 |( config)# do write
Buinding configuration....
R-1( config)#
|
Menyimpan konfigurasi router ke NVRAM.agar konfigurasi
tidak hilang saat router di restart
|
5. Selanjutnya
lakukan konfigurasi R-2
Langkah ke
|
Command
|
keterangan
|
1
|
Routers>enable
Routers# configure terminal
Enter configuration commands,one
Perline. End with cntl/z
Router ( config)#
|
Login ke router,setelah itu masukke user priviliged
mode
Lalu, masuk ke global configuration mode untuk
melakukan konfigurasi routers
|
2
|
Routers ( config)#hostname R-2s
R-2 ( config) #
|
Mengubah hostname router menjadi R-2
|
3
|
R-2(c0nfig)#interface gig 0/0
R-2 (config-if3IP address
20.20.20.254 255.255.255.0
R-2(config-if)3no shutdown
R-2(config)#
|
Melakukan konfigurasi ip address,dan status interface
gigabit ethernet0/0
|
4
|
R-2(config)#interface serial 0/0/0
R-2(config-if) ip address
202.263.97.2 255 .255.255.252
R-2(config-if)#no shutdhown
|
Melakukan konfigurasi ip addres,status dan clok rate
interface serial0/0/0
|
5
|
R-2(confif)# do show ip route
Codes: L –local,c-connected,s-
Static,R – RIP, m mobile,B BGP
D-EIGRP,Ex- external,0-
OSPF,IA-OSPF inter area
NI-OSPF NISSA EXTERNAL type 2
E1-OSPF external type 1, E2 –OSPF
External Type 2,E –GP
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variably subnetted,2
Subnets , 2 marks
C 10.10.10.2/ 30 is directly connected , gibati
tethernet 0/0 L 10.10.10.2 /32 is directly connected , gigabi tethernet 0/0
192.168.1.0/24 is variably subnneted , 2 subnets , 2 marks c192. 168.1.0/24
is directly connetted , gigabi tethernet0/1 S 192.168.0.0/24 [1/0] via
10.10.10.1
|
Melihat tabel
routing
|
6
|
R-2 (config) # do write
Building configuration ....
R-2 (config)#
|
Menyimpang konfigurasi
router ke NPRAM agar konfigurasi tidak hilang saaat router di-restart
`
|
7
|
Packet tracer pc command line 1.0
C:\>
C:\> ping –n 1 192. 168. 0.1
Pinging 192.168.0.1 with 32 bytes of data :
Reply from 192.168.0.1: bytes =32 time =14 ms TTL -128
Ping statiscs for 192. 168.0.1 : packets: sent = 1 ,
received =1, lost = 0 [0 % loss]
|
|
F. Pengalamatan IP Versi 4
Pengalamatan IP versi 4(IPV4)adalah pengalamatan yang digunakan dalam
protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4, dengan
panjang 32 bit .dan apabila dihitung secara matematis , akan dapat
memberikan alamat hingga 4 miliar host komputer (4.294.296)di seluruh
dunia. perhitungan nya didapatkan dari 256(didapatkan dari 8 bit)
dipangkat 4(terdapat 4 oktet). sehingga nilai maksimal dari alamt IP
versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol
sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah
256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia
melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yaitu:
Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Host Identifier/HostID
atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau
sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan.
Jenis-jenis alamat
1.
Alamat Unicast,
merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan
yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan
dalam komunikasi one-to-one.
2.
Alamat Broadcast,
merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP
dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam
komunikasi one-to-everyone.
3.
Alamat Multicast,
merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau
beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat
multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Kelas-kelas alamat
Susunan range aturan kelas IP Address sesuai standar internasional.
* Kelas A
Format : 0*******. ********. ********. ********
Bit pertama : 0
Panjang Net ID : 8 bit
Panjang Host ID : 24 bit
Byte pertama : 0 - 27
Jumlah :126 kelas A ( 0 dan 127 dicadangkan )
Range IP : 1.***.***.*** sampai 126.***.***.***
Jumlah IP : 16.777.214 ip address di setiap kelas A
Deskripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar.
* Kelas B
Format : 10******. ********. ********. ********
Bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128 - 191
Jumlah : 19.384 kelas B
Range IP : 128.0.***.*** sampai 191.155.***.***
Jumlah IP : 65.532 ip addres di setiap kelas B
Deskripsi : Dialokasikanuntukjaringan jumlah besar dan sedang.
* Kelas C
Format : 110*****.********.********.********
Bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192 - 223
Jumlah : 2.097 kelas C
Range IP : 1.***.***.*** sampai 225.225.225.***
Jumlah IP : 254 ip addres di setiap kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil.
* Kelas D
Format :1110****.********.********.********
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Bit inisial : 224 - 247
Deskripsi : Digunakan untuk keperluan ip multicasting ( RFC 1112 ).
* Kelas E
Format : 1111****.********.********.********
Bit pertama : 1111
Bit cadangan : 28 bit
Bit inisial : 248 - 255
Deskripsi : Dicadangkan untuk perluan eksperimen.
Berikut macam-macam metode pengalamatan IP
1. Classfull
sebagai contoh, kasus IP address 192.168.10.1 dengan netmask 255.255.255.0 yang secara default menggunakan prefix 24 bit. Konsep IP address dengan mode classfull adalah IP address yang masih konsisten dalam penggunaanya berdasarkan pembagian kelas IPv4 penggunaan subnet mask secara default.
2. Classless
Apa itu CIDR? CIDR adalah kependekan dari Classess Inter Domain Routing yang digunakan sebagai metode perhitungan subnet mask dalam sebuah pengalamatan IPv4.
3. VLSM
VLSM
adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam VLSM dilakukan
peningkatan dari kelemahan subneting klasik, yang mana dalam clasik
subneting, subnet zeroes, dan subnet- ones tidak bisa digunakan. selain
itu, dalam subnet classic, lokasi nomor IP tidak efisien.